BTN Ambil Langkah Strategis Akuisisi Bank Victoria Syariah

Kantor Pusat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Jl. Gajah Mada No.1, RT.2/RW.8, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kantor Pusat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Jl. Gajah Mada No.1, RT.2/RW.8, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN resmi memulai langkah akuisisi terhadap PT Bank Victoria Syariah (BVIS). Proses ini diawali dengan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) pada 15 Januari 2025 di Jakarta.

BTN akan mengambil alih 100% saham BVIS dari pemegang sahamnya, yaitu PT Victoria Investama Tbk, PT Bank Victoria International Tbk, dan Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta. Saham mayoritas BVIS saat ini dimiliki Victoria Investama dengan porsi 80,18%.

Total nilai nominal dari akuisisi ini mencapai Rp1,06 triliun yang akan didanai melalui sumber pendanaan internal BTN. Langkah ini menjadi bagian dari strategi anorganik BTN untuk membentuk bank umum syariah (BUS).

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa akuisisi ini akan mendukung transformasi BTN Syariah menjadi bank umum syariah. Hal ini sejalan dengan rencana jangka panjang BTN untuk memperkuat sektor perbankan syariah.

Pasar perbankan syariah di Indonesia dinilai memiliki potensi besar, khususnya dalam sektor pembiayaan perumahan. BTN berharap dapat memperkuat posisinya dengan layanan yang lebih kompetitif.

Proses akuisisi ini juga dilakukan untuk memenuhi aturan pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) dari induk bank konvensional. BTN diwajibkan memisahkan BTN Syariah sebelum tahun 2026 sesuai peraturan terbaru.

Per kuartal III-2024, BTN Syariah mencatatkan aset sebesar Rp58 triliun, meningkat 19,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah menjadi bank umum syariah, aset BTN Syariah diproyeksikan mencapai Rp66-67 triliun.

Bank Victoria Syariah dianggap sebagai mitra strategis karena pertumbuhan bisnisnya yang stabil. Aset BVIS per kuartal III-2024 tercatat sebesar Rp3,32 triliun, tumbuh 8,02% year-on-year.

Langkah berikutnya setelah penandatanganan CSPA adalah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses ini diharapkan rampung sebelum semester I-2025 berakhir.

BTN menargetkan BTN Syariah dapat resmi menjadi bank umum syariah tahun ini. Proses spin-off akan segera dimulai setelah persyaratan hukum dan administratif terpenuhi.

Selama proses berlangsung, operasional BTN Syariah tetap berjalan normal. Perubahan signifikan akan dilakukan setelah transformasi ke bank umum syariah selesai.

Akuisisi ini menandai komitmen BTN dalam memperkuat posisi di industri perbankan syariah. Nixon optimis langkah ini akan memberi manfaat besar bagi nasabah dan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.