Bangkalan – Angkatan kerja di Kabupaten Bangkalan pada Agustus 2024 mengalami penurunan meski jumlah penduduk bekerja meningkat. Data ini berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangkalan, Selasa (20/05/2025).
Penduduk usia kerja di Bangkalan pada Agustus 2024 mencapai 861.425 orang. Jumlah ini meningkat sebanyak 9.891 orang dibandingkan Agustus 2023.
Dari total penduduk usia kerja, sebanyak 607.130 orang tergolong sebagai angkatan kerja. Proporsi ini setara dengan 70,48 persen dari total penduduk usia kerja.
Jumlah angkatan kerja menurun sebanyak 1.668 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun begitu, angka penduduk bekerja justru mengalami peningkatan.
Penduduk bekerja tercatat sebanyak 574.661 orang pada Agustus 2024. Angka ini naik 3.500 orang dibandingkan Agustus 2023.
Sebaliknya, jumlah penganggur mengalami penurunan cukup signifikan. Penurunan tercatat sebesar 5.168 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Bangkalan juga menurun. TPAK tercatat sebesar 70,48 persen atau turun 1,01 persen dibandingkan tahun lalu.
Perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan masih mencolok. TPAK laki-laki sebesar 84,17 persen, sedangkan perempuan hanya mencapai 57,37 persen.
Penduduk bekerja adalah mereka yang melakukan kegiatan ekonomi minimal satu jam dalam sepekan. Definisi ini mengacu pada konsep Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).
Data BPS Bangkalan juga menampilkan karakteristik penduduk bekerja berdasarkan sektor utama. Tiga sektor utama adalah Pertanian, Jasa-jasa, dan Manufaktur.
Sektor Pertanian menyerap tenaga kerja terbesar, yakni 46,29 persen. Sektor Jasa-jasa menyusul dengan 38,56 persen dan Manufaktur 15,15 persen.
Namun, sektor jasa mengalami peningkatan penyerapan tertinggi sebesar 1,10 persen. Sementara sektor pertanian dan manufaktur justru mencatat penurunan.
