Opini  

Bawang Merah Rubaru, Potensi menjadi Indikasi Geografis yang Perlu Diakui

Sayyidi Ainul Yaqin adalah mahasiswa S2 program studi Pengelolaan Sumber Daya Alam, Universitas Trunojoyo Madura (UTM)
Sayyidi Ainul Yaqin adalah mahasiswa S2 program studi Pengelolaan Sumber Daya Alam, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) (Dok. Madurapers, 2024).

Bawang merah varietas Rubaru, bukan hanya sekadar bawang merah biasa. Ia memiliki kisah yang menarik yang terjalin dengan tanah Sumenep, tempat asalnya. Rubaru bukan sekadar nama, tapi juga identitas dari daerah kecamatan Rubaru di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Di tiga desa di sana, yakni Desa Basoka, Mandala, dan Karangnangka, bawang merah varietas Rubaru tumbuh subur. Namun, keistimewaannya tak berhenti di situ.

Dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 2525/Kpts/SR.120/5/2011, menjelaskan bahwa bawang merah varietas Rubaru diakui memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah ketahanannya terhadap layu Fusarium, penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah.

Hal ini menjadikan bawang merah varietas Rubaru sebagai pilihan utama petani di musim hujan, ketika tanah selalu basah. Di saat petani bawang merah di daerah lain kesulitan menanam, petani bawang merah varietas Rubaru tetap berhasil, yang tentunya meningkatkan nilai jual produknya.

Tidak hanya itu, aroma tajam bawang merah varietas Rubaru membuatnya menjadi pilihan favorit untuk bawang merah goreng. Banyak produsen dari luar daerah Rubaru yang menggunakan varietas ini, meskipun kadang dengan menyebutnya sebagai bawang merah Sumenep.

Namun, ada kelemahan yang perlu diakui, yaitu ukuran umbinya yang relatif kecil, yakni 2,5-2,6 cm untuk setiap umbinya, terutama saat musim kemarau. Hal ini membuat harga bawang merah varietas Rubaru di pasaran seringkali rendah, yakni mencapai Rp5.000/kg.

Dibandingkan dengan varietas lain, seperti bawang merah varietas Manjung dari Pamekasan dengan ukuran umbi yang lebih besar, yakni dengan rata-rata diameter umbi 3,5-3,7 cm, para petani cenderung beralih.

Salah satu contohnya adalah Ibu Masdiya KWT Lestari Mandala, yang sukses menanam bawang merah varietas Manjung dengan hasil yang menggiurkan, dimana harganya mencapai Rp30.000/kg.  Namun, ini membawa masalah baru terkait pelestarian bawang merah varietas Rubaru di daerah asalnya.

Pemerintah, melalui PPL Kecamatan Rubaru, berupaya untuk mempertahankan varietas Rubaru dengan membina penangkar lokal varietas Rubaru. Pemerintah juga memfasilitasi petani dengan bibit varietas Rubaru dan menggalakkan penggunaan varietas asli daerah tersebut. Selain itu, upaya dilakukan dengan mendukung pengolahan bawang merah menjadi produk olahan seperti bawang merah goreng, pasta, atau tepung.

Namun, langkah yang lebih jauh tengah dikaji, yaitu pemberian status “Indikasi Geografis” bagi bawang merah varietas Rubaru. Apa artinya itu? Status ini akan mengakui kekhasan bawang merah varietas Rubaru sebagai produk dari Sumenep. Ini artinya, bawang merah varietas Rubaru yang tumbuh di tempat lain tidak akan memiliki kualitas yang sama.

Status Indikasi Geografis akan melindungi bawang merah varietas Rubaru dari pemalsuan, menjaga kualitasnya, dan memberikan jaminan di pasar. Hal ini tentunya akan menguntungkan para petani. Contoh lainnya adalah kopi Gayo dan kopi Toraja, yang kualitasnya diakui berkat status Indikasi Geografis.

Langkah penting tersebut, pemberian status “Indikasi Geografis”, dikaji oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Indikasi geografis ini merupakan pengakuan atas kekhasan dan kualitas suatu produk yang berasal dari daerah tertentu. Dengan status ini, bawang merah varietas Rubaru akan dilindungi dari pemalsuan dan dapat dipastikan kualitasnya di pasaran.

Dengan demikian, langkah-langkah ini bukan hanya tentang mempertahankan sebuah varietas, tapi juga memperkuat identitas dan keberlanjutan ekonomi petani lokal. Rubaru bukan hanya sekedar varietas bawang merah, tapi juga warisan dan kekayaan yang perlu dilestarikan. Dengan status Indikasi Geografis, harapan akan masa depan bawang merah varietas Rubaru sebagai produk unggulan Sumenep semakin nyata.

 

Sayyidi Ainul Yaqin, penulis adalah mahasiswa S2 program studi Pengelolaan Sumber Daya Alam, Universitas Trunojoyo Madura (UTM).