Bangkalan – TPST pengelolaan sampah menjadi sorotan publik. Mesin sampah tersebut beroperasi diperkirakan 1 (satu) tahun, namun, Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan sebut tidak bisa menyelesaikan masalah sampah, justru menimbulkan persoalan baru.
Dalam diskusinya, Fauzan Ja’far, Wakil Bupati Bangkalan, menyebutkan bahwa keberadaan TPST di belakang Bangkalan Plaza (Banplaz) tidak bisa menyelesaikan masalah dan perlu pengelolaan yang lebih komprehensif.
“TPST yang ada di belakang Banplaz itu tidak bisa menyelesaikan persoalan sampah di Bangkalan, justru mendatangkan masalah baru,” kata Fauzan menerangkan dalam diskusi bersama elemen masyarakat Bangkalan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan, Anang Yulianto, mengaku TPST masih beroperasi sebagaimana mestinya. Ia menyebutkan TPST yang ada bisa diformulasikan untuk kebutuhan TPST di Bangkalan dengan volume sampah yang cukup membeludak.
“TPST tetap beroperasi seperti biasanya. Kita bisa lihatlah, bahwa volume itu bisa diformulasikan. Bangkalan itu butuh berapa TPST setelah mengetahui satu TPST, kita bisa menghitung disitu kebutuhan kedepannya” ucap Anang kepada media ini.
Mengenai pernyataan Wabup Bangkalan, Kepala DLH Bangkalan tersebut berdalih bahwa program TPST belum selesai 100 persen. Ia membutuhkan kompos untuk pengelolaan sampah tersebut agar lebih optimal. “Kami mempunyai program pada tahun 2025. Program yang sudah kita rencanakan di tahun 2024, tapi akan direalisasikan tahun ini,” terangnya.
Dia optimis, jika program pengelolaan kompos (mengubah sampah organik, seperti sisa makanan, daun, dan serbuk kayu) sudah berjalan akan lebih efektif dan efisien. “InsyaAllah di tahun ini program kompos yang sudah direncanakan akhir 2024 itu akan di dilaksanakan tahun ini. Kami masih menunggu DPA-nya dulu,” pungkasnya.
