Gubernur Khofifah Tinjau Normalisasi Sungai Jombang di Pamekasan, Targetkan Tuntas 2,5 Bulan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung 14 titik sungai Rawan banjir
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung 14 titik sungai rawan banjir (ISumber Foto: Istimewa).

Pamekasan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Pamekasan meninjau langsung proyek normalisasi Sungai Jombang yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Pamekasan, Jumat (23/05/2025).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas pengajuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dan Pemerintah Kota (Pemkot) terkait pengerukan dan optimalisasi pintu air di kawasan tersebut.

Dalam keterangannya, Khofifah menyebut terdapat 14 item permohonan dari Pemkab Pamekasan dan Pemkot yang berkaitan dengan penguatan infrastruktur pengendali banjir, termasuk pengerukan sungai, perbaikan saluran avur, dan peningkatan fungsi pintu air.

“Pendangkalan badan sungai seperti ini jelas menjadi penyebab banjir saat curah hujan tinggi. Jika air tak tertampung, tentu akan meluap ke permukiman. Maka, solusi satu-satunya ya dengan pengerukan,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi.

Gubernur juga menginstruksikan percepatan pengerjaan agar dampaknya dapat dirasakan masyarakat secepat mungkin, terutama menjelang musim hujan berikutnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PUSDA) Pemprov Jawa Timur, Bayu, mengungkapkan bahwa proses pengerukan diproyeksikan memakan waktu sekitar 2,5 bulan.

Ia menyampaikan, pekerjaan tersebut mencakup pembersihan sedimen, penguatan tanggul, serta pemulihan fungsi saluran air secara menyeluruh.

“Dengan pelaksanaan yang optimal, proyek ini akan membantu mengurangi risiko banjir dan meningkatkan efektivitas sistem irigasi di kawasan Pamekasan,” kata Bayu.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh langkah-langkah strategis yang diajukan oleh Pemkab Pamekasan.

Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan lingkungan sekaligus memperkuat infrastruktur penanggulangan bencana hidrometeorologi di wilayah Madura.