Teheran – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mengutuk keras serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir damai negaranya. Dalam laporan IRNA pada Kamis (03/07/2025), Araghchi menyebut aksi tersebut sebagai “pengkhianatan terhadap diplomasi”.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut saat melakukan panggilan telepon dengan Menteri Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan, Ronald O. Lamola. Percakapan itu membahas eskalasi regional pasca serangan yang dilancarkan oleh Israel dan AS terhadap Iran.
Ia mengapresiasi posisi Afrika Selatan yang tegas dalam mengutuk agresi militer Israel terhadap wilayah Iran. Araghchi menyebut serangan tersebut sebagai bukti dari impunitas rezim Israel dan kegagalan masyarakat internasional dalam merespons kejahatannya di Gaza, Lebanon, dan Suriah.
Diplomat veteran itu menegaskan bahwa semua negara yang mendukung dan membenarkan tindakan Israel turut bertanggung jawab atas kejahatan yang terjadi. Ia menyatakan bahwa tindakan ilegal dan teroris semacam ini hanya bisa berkembang karena diamnya komunitas global.
Araghchi juga mengungkap bahwa serangan militer Israel terhadap Iran terjadi di tengah proses negosiasi dengan Amerika Serikat. “Agresi ini terjadi dengan kolaborasi dan dukungan AS, yang kemudian melakukan agresi militernya sendiri terhadap fasilitas nuklir damai Iran,” tambahnya.
Menurut Araghchi, langkah AS tersebut merupakan serangan langsung terhadap hukum internasional dan mencederai semangat non-proliferasi. “Agresi AS terhadap fasilitas nuklir damai Iran adalah pengkhianatan terhadap diplomasi dan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap supremasi hukum, hukum internasional, dan rezim non-proliferasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Lamola menyatakan belasungkawa kepada Iran atas insiden tersebut dan menyuarakan kecaman keras terhadap tindakan Israel. Ia menegaskan komitmen Afrika Selatan untuk memperjuangkan penegakan rezim non-proliferasi dan mendukung dialog internasional demi menjaga perdamaian.
Kedua menteri sepakat mengecam pelanggaran HAM berat yang dilakukan Israel di Gaza. Mereka juga menyerukan tindakan tegas dari masyarakat internasional terhadap genosida dan kekejaman yang dialami warga Palestina.
