Jakarta – Korea Utara menyuarakan keprihatinan mendalam atas memanasnya konflik antara Israel dan Iran, sembari mengkritik tajam tindakan militer Israel. Dalam pernyataannya, Pyongyang menempatkan diri sebagai pembela Iran dan mengecam keras eskalasi yang terjadi, Minggu (22/06/2025).
Ketegangan meningkat tajam sejak Jumat (13/06/2025), saat Israel melancarkan serangan ke fasilitas nuklir dan militer milik Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Israel.
Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis menyatakan dukungan bagi Israel. Sementara itu, dukungan terhadap Iran datang dari beberapa negara, termasuk China, Pakistan, Arab Saudi, dan secara paling vokal—Korea Utara.
Dalam pernyataan resminya, Korea Utara mengecam keras serangan Israel dan menyampaikan bahwa tindakan tersebut mengancam stabilitas kawasan. Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan, “Situasi gawat yang disaksikan dunia saat ini jelas membuktikan bahwa Israel, yang didukung dan dilindungi oleh AS dan Barat, adalah entitas yang seperti kanker bagi perdamaian di Timur Tengah dan penyebab utama penghancuran perdamaian dan keamanan global,” kutip SindoNews, Jumat (20/06/2025).
Korea Utara menilai bahwa serangan Israel telah melukai prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah sebuah negara berdaulat. Mereka menyebut tindakan itu sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pihak Pyongyang juga menyoroti dukungan negara-negara Barat terhadap Israel, yang dinilai memperburuk krisis. Mereka menegaskan bahwa pihak-pihak yang memberikan perlindungan terhadap agresi ini harus bertanggung jawab atas ancaman terhadap perdamaian dunia.
Hubungan diplomatik antara Korea Utara dan Iran telah berlangsung sejak 1973 dan terus terjalin erat, terutama karena kedua negara menghadapi sanksi internasional atas program senjata mereka. Kedekatan ini memperkuat alasan Korea Utara untuk secara terbuka mendukung Iran di tengah krisis.
Dalam pandangan Korea Utara, eskalasi ini mencerminkan pola lama di mana kekuatan besar mendorong konflik demi kepentingan geopolitik mereka. Dukungan mereka kepada Iran disampaikan sebagai bagian dari komitmen terhadap tatanan internasional yang adil dan seimbang.
