Nasabah Kecewa, BTN Bangkalan Dalang Dibalik Fakta Kenaikan Suku Bunga Mendadak 

Potret Kantor Cabang BTN Bangkalan yang beralamat di Jl. Raya Teuku Umar No.16, Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur
Potret Kantor Cabang BTN Bangkalan yang beralamat di Jl. Raya Teuku Umar No.16, Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (Sumber Foto: Istimewa, 2025).

Sumenep – Keluhan nasabah PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk kembali terungkap baru-baru ini kepada sejumlah awak media. Keluhan tersebut diketahui dampak dari perubahan mendadak suku bunga kredit.

Kepada media ini, Nanda Wirya Laksana, pengembang Perumahan Bukit Permai di bawah naungan PT Linggarjati Trijaya Indah mengungkapkan keluhannya berkaitan dengan perubahan suku bunga secara tiba-tiba yang dilakukan oleh BTN tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Padahal, surat keputusan kredit (SP3K) sudah dikeluarkan dengan suku bunga tetap, namun pada saat realisasi kredit, bunga tersebut berubah, merugikan pengembang dan konsumen.

Nanda Wirya menyoroti aplikasi kredit atas nama Sugiati Puji Utami yang awalnya disetujui dengan bunga sebesar 5,25 persen. Namun, ketika akan direalisasikan, tiba-tiba suku bunga itu dinaikkan menjadi 5,99 persen.

Kenaikan ini dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, yang tentu saja mengganggu perhitungan anggaran dan beban kredit yang telah direncanakan sebelumnya.

“Ini kan sangat memberatkan. Pada tanggal 10 Juli 2024, surat keputusan kredit (SP3K) sudah keluar dengan suku bunga 5,25 persen. Tapi begitu kami akan realisasi, tiba-tiba bunganya dinaikkan menjadi 5,99 persen,” ungkapnya, Minggu (08/09/2024).

“Kenapa bisa berubah secara tiba-tiba dan tanpa ada pemberitahuan? Tentu ini merugikan kami sebagai pengembang,” sembung Wirya.

Perubahan suku bunga kredit yang terjadi secara mendadak ini mengindikasikan kurangnya transparansi dalam kebijakan BTN Bangkalan yang diduga kuat menjadi dalang dibalik kekecewaan nasabah tersebut.

Ketidakpastian ini tentunya tidak hanya mempersulit perhitungan biaya proyek, tetapi juga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap lembaga perbankan.

Kenaikan bunga yang tidak diberitahukan sebelumnya mengganggu cash flow dan perhitungan laba, yang pada akhirnya berdampak pada konsumen yang harus menanggung beban lebih besar.

Menanggapi keluhan ini, Kepala KCP BTN Sumenep, Ali, menyampaikan bahwa kenaikan suku bunga tersebut dilakukan sesuai dengan kebijakan pusat.

Menurutnya, perubahan bunga bisa saja terjadi secara mendadak tergantung pada situasi pasar dan kebijakan yang ditetapkan oleh kantor pusat BTN.

“Kalau terkait naiknya suku bunga itu kita ikut aturan yang ada, jadi sifatnya memang bisa dadakan gitu, tergantung kebijakan pusat terhadap setiap pengajuan yang masuk. Kami di cabang hanya menjalankan sesuai SOP yang ada,” Ali saat bertemu Wirya pada Jumat (30/08/2024), di kantor BTN Sumenep.

Meski Ali berusaha menjelaskan bahwa kebijakan kenaikan suku bunga tersebut berada di luar kewenangan kantor cabang, hal ini tetap tidak dapat menghapuskan fakta bahwa kebijakan yang mendadak dan tidak transparan telah menimbulkan kerugian.

Diketahui, asep datang ke Sumenep pada Selasa (03/09/2024) siang untuk memberikan klarifikasi atas persoalan yang menimpa Wirya, sapaan akrab Nanda Wirya Laksana.

Pertemuan tersebut berlangsung di KCP BTN Sumenep, Jalan Trunojoyo, No. 55, Labangseng, Kolor, Kecamatan Kota, sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepala Kantor Cabang BTN Bangkalan, Asep Hendrisman, juga turut menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh mitra BTN, termasuk Nanda Wirya.

Namun, ia menegaskan bahwa semua kebijakan terkait perubahan suku bunga berada di tangan kantor pusat, bukan cabang.

“Tidak ada skandal atau penipuan dalam hal ini. Semua keputusan terkait suku bunga dilakukan berdasarkan kebijakan pusat yang tentunya mengikuti dinamika pasar,” kata Asep.

“Kami memahami bahwa hal ini mungkin memberatkan mitra, tapi kami berharap bisa saling memahami,” katanya menambahkan.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Wirya menjelaskan bahwa manajemen BTN Kantor Cabang Bangkalan telah mengakui segala kesalahan yang terjadi selama ini.