Pamekasan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) resmi membuka kegiatan Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi yang didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025, Senin (07/07/2025).
Acara pembukaan yang digelar di Hotel Berlian Pamekasan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Wakil Bupati, para pejabat terkait, instruktur, serta seluruh peserta pelatihan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat, khususnya para pencari kerja, agar mampu bersaing di dunia kerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri.
Dengan total anggaran sebesar Rp500 juta, pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja terampil yang mampu mendongkrak perekonomian daerah. Ada enam jenis pelatihan unggulan di tahun anggaran 2025, yakni:
- Pelatihan Menjahit;
- Pelatihan Pembuatan Kue dan Roti;
- Pelatihan Tata Rias & Kecantikan;
- Pelatihan Las;
- Pelatihan Desain Grafis Madya; dan
- Pelatihan Teknik AC.
Seluruh pelatihan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pamekasan, kecuali pelatihan Teknik AC yang sebagian dilaksanakan di Hotel Cahaya Berlian. Total peserta yang mengikuti seluruh pelatihan tersebut mencapai 205 orang.
Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini.
Ia menegaskan bahwa penguatan keterampilan masyarakat merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kegiatan pelatihan beberapa profesi ini bertujuan memberikan bekal kepada masyarakat agar bisa berkiprah lebih maksimal dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia. Dengan demikian, diharapkan akan terjadi peningkatan ekonomi masyarakat yang secara otomatis juga berdampak positif pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya keberlanjutan dari pelatihan ini. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memantau para peserta pelatihan agar hasil yang dicapai benar-benar memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.
“Ke depan, pemerintah akan terus memantau perkembangan kegiatan masyarakat yang telah mengikuti pelatihan, apakah berjalan atau tidak. Di sinilah pentingnya sinergi antara Pemkab, pemerintah kecamatan, hingga pemerintahan desa dan kelurahan agar semuanya bisa berjalan simultan,” tambah bupati.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, diharapkan akan lahir lebih banyak wirausaha baru dan tenaga kerja di Kabupaten Pamekasan, Madura.
