Jakarta – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional 2025 di Monas, Jakarta. Ribuan buruh menyambutnya dengan antusias dalam perayaan tersebut.
Puan datang bersama sejumlah pimpinan DPR seperti Charles Honoris, Dolfie Othniel Frederic, dan Sufmi Dasco Ahmad. Presiden Prabowo Subianto juga turut hadir dalam momen penting ini.
Para buruh yang mencapai sekitar 200.000 orang menyambut hangat kedatangan Puan. Ia membalas sapaan massa dengan senyuman dan lambaian tangan dari atas panggung.
Ketika Presiden Prabowo menyebut nama Puan, massa kembali memberikan tepuk tangan meriah. Sambutan ini mencerminkan kepercayaan besar buruh kepada pimpinan DPR tersebut.
Puan tak sendirian dalam peringatan ini, sejumlah tokoh nasional turut hadir. Di antaranya Airlangga Hartarto, Yassierli, Abdul Karding, dan Ahmad Muzani.
Pemimpin-pemimpin serikat buruh besar pun ikut meramaikan acara ini. Mereka termasuk Andi Gani, Said Iqbal, Jumhur Hidayat, Elly Rosita Silaban, dan Shoya Yoshida.
Dalam sambutannya, Puan mengajak semua pihak merefleksikan perjuangan para pendiri bangsa. Ia menekankan pentingnya semangat memperjuangkan kesejahteraan buruh.
“Selamat Hari Buruh Internasional 2025 untuk semua buruh maupun pekerja di Indonesia. Momen May Day menjadi bukti bahwa perjuangan terhadap kesejahteraan buruh tak pernah berhenti sejak negara ini berdiri,” ujar Puan, kutip Parlementaria, Kamis (01/05/2025).
“Saya percaya di balik setiap peluh buruh, ada semangat perjuangan untuk membangun bangsa ini,” tambahnya.
Puan juga menyinggung peran besar Bung Karno dalam perjuangan hak-hak buruh. Ia menyebut kebijakan seperti THR sebagai bentuk nyata perjuangan keadilan sosial.
Ia menilai Hari Buruh harus menjadi refleksi atas pencapaian dan tantangan perjuangan buruh. Menurutnya, upaya ke depan harus memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
“Ke depan kita harus memperkuat kebijakan, pengaturan, dan program Pemerintah dalam memberikan jalan bagi buruh untuk mendapatkan perlindungan hak-hak buruh, penciptaan lingkungan kerja yang aman dan harmonis, serta masa depan buruh yang sejahtera,” tegas Puan.
“DPR RI akan mendukung upaya Pemerintah dalam mewujudkan Negara Kesejahteraan. Banyak yang harus kita kerjakan untuk mewujudkan Negara Kesejahteraan,” lanjutnya.
Puan menekankan pentingnya gotong royong dari semua pihak. Ia menyebut pengusaha, buruh, dan negara harus bersatu dalam perjuangan ini.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para buruh dalam pembangunan nasional. “Terima kasih untuk seluruh buruh atau pekerja Indonesia yang telah menjadi penggerak pembangunan ekonomi dan sosial bangsa,” kata Puan.
Puan Maharani menutup pernyataannya dengan ajakan untuk menjadikan perjuangan buruh sebagai gerakan nasional. Ia berharap semua pihak menjaga semangat menuju Indonesia yang adil dan sejahtera.
