Rupiah Melemah Tipis, Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas

Nilai tukar Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS menjelang akhir pekan. Bank Indonesia mencatat, Rupiah ditutup di level Rp16.185 per dolar AS pada Kamis (03/07/2025) dan pada Jumat (04/07/2025) ini merangkak naik menjadi Rp16.200.
Nilai tukar Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS menjelang akhir pekan. Bank Indonesia mencatat, Rupiah ditutup di level Rp16.185 per dolar AS pada Kamis (03/07/2025) dan pada Jumat (04/07/2025) ini merangkak naik menjadi Rp16.200. (Foto: Madurapers, 2025)

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar AS menjelang akhir pekan. Berdasarkan laporan Bank Indonesia pada Jumat (04/07/2025), rupiah dibuka di level Rp16.200 per dolar AS pada Jumat (04/07/2024) setelah sehari sebelumnya, Kamis (03/07/2024), ditutup di Rp16.185.

Pergerakan nilai tukar ini terjadi di tengah fluktuasi kondisi global dan domestik. Bank Indonesia mencatat, sepanjang 30 Juni hingga 4 Juli 2025, faktor eksternal ikut menekan stabilitas rupiah, termasuk penguatan imbal hasil obligasi pemerintah AS (UST) dan pergerakan indeks dolar atau DXY.

Imbal hasil US Treasury Note 10 tahun naik menjadi 4,346%, menandakan pasar keuangan global masih sensitif terhadap kebijakan suku bunga AS. Sementara itu, indeks DXY turun ke posisi 97,18, mencerminkan melemahnya dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Di dalam negeri, yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun justru menurun menjadi 6,59% pada 3 Juli dan stabil di 6,60% pada pagi 4 Juli. Penurunan ini memberi sinyal kepercayaan pasar terhadap instrumen keuangan domestik tetap terjaga.

Selain itu, data Bank Indonesia juga menunjukkan arus masuk modal asing cukup positif di pasar obligasi negara. Pada minggu pertama Juli, nonresiden mencatat beli neto Rp15,14 triliun di pasar SBN, meski tetap mencatat jual neto di pasar saham dan SRBI.

Total pembelian bersih oleh investor asing selama 30 Juni hingga 3 Juli mencapai Rp10,79 triliun. Ini memberi dukungan terhadap stabilitas nilai tukar, meskipun tekanan global masih membayangi.

Sepanjang 2025 hingga 3 Juli, nonresiden masih mencatat jual neto di pasar saham sebesar Rp52,95 triliun dan di SRBI sebesar Rp34,72 triliun. Namun, pembelian bersih di pasar SBN sebesar Rp53,07 triliun mampu mengimbangi aliran keluar dari sektor lainnya.

Bank Indonesia menegaskan tetap berkomitmen menjaga ketahanan eksternal Indonesia melalui bauran kebijakan yang terkoordinasi. Kolaborasi dengan pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.