Sempat Ditipu Puluhan Juta, Mahasiswi UTM Alih Profesi Buka Warung Seblak Gacor Raup Omzet Fantastis

Dua mahasiswi aktif di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Mufarrohah dan Winda Widya Dana kini alih profesi buka warung "seblak gacor", namun tidak meninggalkan akademiknya
Dua mahasiswi aktif di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Mufarrohah dan Winda Widya Dana kini alih profesi buka warung "seblak gacor", namun tidak meninggalkan akademiknya (Sumber Foto: Aab/Madurapers, 2025).

Bangkalan – Berawal dari keterpurukan akibat ditipu dalam bisnis arisan, dua mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Mufarrohah dan Winda Widya Dana, bangkit dengan semangat luar biasa.

Pasalnya, mahasiswi UTM tersebut memilih alih profesi kewirausahaan dengan membuka warung seblak kaki lima bernama “Seblak Gacor”, yanb berlokasi di Jalan Raya Telang, tepat di depan BTN Telang, Bangkalan.

Tidak tanggung-tanggung, usaha yang digelutinya kini telah mendapatkan omzet 20 hingga 30 juta per bulan. Diketahui, usaha kecil yang dimulai dari lapak sempit dua meter itu telah menjelma menjadi ladang rezeki dengan omzet yang cukup fantastis.

Kisah inspiratif ini dimulai ketika mereka berdua, yang berasal dari Torjun, Kabupaten Sampang, harus menelan pahitnya kenyataan setelah menjadi korban penipuan investasi arisan hingga puluhan juta rupiah.

Namun, bukan berarti menyerah dalam upaya mengembalikan kerugian dan memperbaiki keadaan, mereka melahirkan ide membuka usaha seblak, makanan khas Bandung yang tengah digandrungi anak muda.

Dengan lokasi awal yang sangat terbatas di depan gerbang baru UTM, usaha ini sempat menuai teguran karena mengganggu lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan. Tapi semangat pantang menyerah membuat mereka berinovasi dengan pindah lokasi ke tempat yang lebih strategis di depan BTN Telang.

Pemilihan menu seblak bukan tanpa alasan. Winda dan Mufar melihat celah pasar, sedikitnya kompetitor dan tingginya permintaan dari kalangan mahasiswa terhadap jajanan pedas, sehingga dengan strategi pemasaran sederhana dan cita rasa yang khas, warung kecil mereka menarik banyak pelanggan setia.

“Target utama kami memang mahasiswa, karena kami adalah pasar yang dinamis, suka mencoba hal baru, dan mayoritas doyan seblak,” ujar Winda, dengan penuh keyakinan.

Kini, “Seblak Gacor” tak hanya menjadi warung jajanan biasa, tapi juga simbol ketekunan dan semangat pantang menyerah.

Menurutnya, jalan menuju kesuksesan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, mereka tetap berusaha mengumpulkan modal awal, Mufarrohah dan Winda rela menjadi ojek selama lebih dari sebulan. Keringat dan kerja keras mereka terbayar lunas ketika warung yang awalnya hanya tenda kecil kini menghasilkan puluhan juta rupiah setiap bulannya.

“Saya tidak ingin menyusahkan orang tua. Saya lebih suka menghasilkan sendiri, meskipun harus memulai dari nol,” tutur Mufar.

Winda pun menambahkan, ia tidak mau menyia-nyiakan masa muda saya. Selama bisa, pihaknya akan berjuang dan membuktikan bahwa bisa berdiri di atas kaki sendiri.

Kedua mahasiswi UTM ini tak hanya cemerlang dalam berwirausaha, tapi juga di bidang akademik dan organisasi. Mufarrohah adalah mahasiswa berprestasi dengan deretan penghargaan, seperti Juara 1 Business Plan Competition tingkat Jawa Timur, Juara 3 Orasi Mahasiswa se-Indonesia, hingga penerima beasiswa prestasi UTM.

Kemudian, Winda tak kalah membanggakan, dengan prestasi Juara 1 Lomba Bahasa Inggris tingkat Madura. Keduanya juga aktif di berbagai organisasi, baik internal kampus seperti HMP, BEM KM, dan DPM, maupun eksternal seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), membuktikan bahwa mereka mampu membagi waktu antara bisnis, akademik, dan aktivitas sosial.