Tragedi Berdarah di RSUD Ketapang: Dipicu Komentar di Medsos, Nyawa Melayang

Korban pembacokan terkapar di area parkiran RSUD Ketapang saat diamankan warga
Korban pembacokan terkapar di area parkiran RSUD Ketapang saat diamankan warga (Sumber Foto: Video Amatir Pembacokan, 2025).

Sampang – Fakta mengejutkan terungkap di balik tragedi pembacokan yang terjadi di halaman parkir RSUD Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Senin (05/05/2025) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Insiden yang merenggut satu nyawa ini ternyata dipicu oleh persoalan sepele: komentar di media sosial.

Berdasarkan hasil investigasi Madurapers, pelaku berinisial F, warga Dusun Taman, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, melakukan aksi kekerasan terhadap korban berinisial NH, warga Dusun Kombang, desa yang sama.

Keduanya diketahui saling mengenal dan sebelumnya terlibat adu komentar di salah satu platform media sosial.

Dari rekaman voice note yang diperoleh madurapers, pelaku F sempat menunjukkan kemarahan akibat komentarnya di stori pribadi direspons oleh NH.

Dalam voice note tersebut, terdengar pelaku mengeluarkan kata-kata kasar dan menantang NH untuk menemuinya di RSUD Ketapang.

Sementara itu, NH dalam balasannya justru mencoba meredakan ketegangan. Ia mengatakan bahwa komentarnya di media sosial tidak bermaksud menghina dan merupakan hal yang biasa terjadi.

Ella engkok tako’ an, ariah kan coma komentar storinah. Munta’ bisa e komentaren, jhek agebey SW (“Saya ini penakut, ini kan hanya masalah komentar di story. Kalau tidak mau dikomentari, jangan buat story.”),” ujar NH dalam rekaman voice note yang dikirimkan kepada pelaku.

Namun, pelaku F yang menghubungi NH sebanyak lima kali melalui WhatsApp milik seorang perempuan berinisial I yang diduga merupakan kekasihnya, tidak kunjung mendapatkan jawaban.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 19.40 WIB, NH mendatangi lokasi yang disebutkan, yakni area parkir RSUD Ketapang.

Salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, sempat terjadi cekcok mulut antara keduanya. Saat itu, pelaku F tidak sendirian, melainkan didampingi dua rekannya yang juga membawa senjata tajam.

“Awalnya korban memukul pelaku dengan tangan kosong. Namun, pelaku F langsung mencabut sebilah celurit dan membacok korban NH,” ujar saksi tersebut kepada Madurapers.

Sementara itu, Kapolres Sampang, AKBP Hartono, membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa pelaku telah diamankan.

“Benar, pelaku penganiayaan dengan TKP di RSUD Ketapang sudah diamankan oleh anggota Polsek Ketapang dan saat ini tengah menjalani proses penyidikan di Mapolres Sampang,” kata Hartono, Selasa (06/05/2025).

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sebilah celurit yang diduga digunakan dalam aksi pembacokan.

“Kami juga mengamankan barang bukti jenis celurit yang digunakan. Untuk motifnya masih dalam.penyidikan.lebih lanjut,” tandasnya.