Hikmah  

Amal Shaleh dalam Islam

Sang ustadz berdoa untuk selalu mendapatkan ridha Allah S.W.T (Dok. Madurapers, 2022).

Bangkalan – Prestasi kebaikan dalam Islam merupakan jalan untuk meraih kebahagiaan. Konsep “prestasi kebaikan” ini dalam Akhlak (moral Islam) disebut dengan amal shaleh (al-a’amal al-‘shalihat).

Secara sederhana amal shaleh dapat diartikan dengan perbuatan atau aktivitas yang baik. Bagaimana pendapat tentang konsep itu menurut ulama dan cendekiawan muslim?

Menurut M. Quraish Shihab adalah amal yang diterima dan dipuji oleh Allah S.W.T. Syekh Muhammad al-Ghazali mengartikan amal shaleh adalah setiap usaha keras yang dikorbankan buat berkhidmat terhadap agama.

Amal shaleh ini merupakan perbuatan yang mendatangkan manfaat pada diri dan orang lain. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w: “sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”

Lawan dari amal shaleh ini adalah amal jahat ( ‘amal su’ atau ‘amal sayyiat) dan perbuatan yang tidak baik. Pengertian dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat (Q.S.) al-Jaatsiyah: 21, Q.S. Ghafir: 40, Q.S. At-Taubah: 101-102, Q.S. An-Nisaa’: 123-124, dan Q.S. Huud: 46.

Tolak ukur amal shaleh tidak hanya mengerjakan ibadah yang menjadi kewajiban, tetapi amal ibadah yang diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah S.W.T (qurbatan ilalah).

Artinya, jika amal itu bernuansa ilahi serta orientasinya (tujuannya) untuk mendapatkan ridha Allah S.W.T., dan tunduk atas perintah-Nya, maka amal itu dapat dikatakan sebagai amal shaleh.

Amal shaleh itu berkaitan atau erat kaitannya dengan iman. Tidak sempurna iman jika tidak diikuti dengan amal shaleh. Hal ini dapat dilihat dalam Al-Qur’an, dimana kata iman hampir selalu dipasangkan dengan kata amal shaleh.

Ketentuan itu, contohnya dapat dilihat dalam Al-Qur’an, yang berbunyi: “Dan orang-orang serta beramal shaleh … .” (Q.S. Al Baqarah: 82)

Contoh lain dapat dilihat dalam Al-Qur’an surat Al ‘Ashr: 3, yang berbunyi: “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh … .” Al-Qur’an surat At Tiin: 6, yang berbunyi: “Kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal shaleh… .”

Balasan untuk orang yang beramal shaleh diantaranya tidak merasa khawatir atas jaminan keselamatan selama hidup di dunia (Q.S. Al Maa’idah: 69). Hal ini karena memproleh jaminan dari Allah S.W.T., berupa: petunjuk (Q.S. Yunus: 9), keberuntungan (Q.S. Al Qashash: 67), rezeki yang baik (Q.S. Al Hajj: 56), kebaikan hidup duniawiyah (Q.S. An Nahl: 122, Al Kahfi: 107, dan Al Hajj: 14), dan kehidupan yang baik (Q.S. Huud: 66).

Oleh karena itu, tunggu apalagi, marilah beramal shaleh! Mari berusaha dan berdoa agar setiap amal dan perbuatan kita semata-mata mengharap keridhaan Allah S.W.T., bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban, apalagi pamer.