Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyampaikan laporan pelaksanaan APBN 2024 dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (15/07/2025). Rapat itu membahas RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2024, Rabu (26/07/2025).
Menkeu menjelaskan bahwa tahun 2024 bukan tahun yang mudah karena dipenuhi tantangan global. Ia menyebutkan berbagai tekanan seperti konflik di Ukraina dan Gaza, ketegangan dagang AS-Tiongkok, El Nino, hingga Pemilu di banyak negara.
“Kami menyampaikan bahwa tahun 2024 bukan tahun yang mudah. Oleh karena itu, APBN bekerja sangat keras untuk meminimalkan dampak dari situasi global yang begitu sangat dinamis atau bergejolak,” ungkapnya.
Di tengah kondisi tersebut, Sri Mulyani menjelaskan APBN tetap resilien sebagai instrumen fiskal yang tetap tangguh dan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menyebutkan APBN berhasil mengawal pertumbuhan dan menjaga inflasi tetap rendah.
“APBN mampu menjaga, bersama-sama tentu seluruh komponen masyarakat, dunia usaha, agar pertumbuhan ekonomi masih tetap terjaga di kisaran 5%, yaitu 5,03%, inflasi di 1,6%, dan dalam hal ini nilai tukar tetap terjaga, serta itu semuanya relatif sesuai dengan asumsi APBN, meskipun terjadi beberapa deviasi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan penghargaan kepada Banggar DPR RI atas dukungan dan masukan selama proses pelaksanaan APBN 2024. Kolaborasi eksekutif dan legislatif menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fiskal.
“Semoga apa yang kita lakukan senantiasa membuat Indonesia makin baik dan mewujudkan Indonesia adil, makmur, sejahtera, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkas Menkeu.
