Hikmah  

Keutamaan Amal Shaleh, Apa Itu?

Orang Islam lagi bersujud (Sumber: Shutterstock, t.t)

Bangkalan – Amal shaleh istilah/konsep yang tak asing bagi umat Islam. Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan amal shaleh adalah amal-amal perbuatan yang dapat memperbaiki diri akhlak, adab sopan santun, dan hal-ihwalnya manusia, baik secara pribadi maupun sosial.

A. Malik Madany (2014) menyimpulkan bahwa cakupan amal shaleh adalah seluas cakupan ajaran Islam itu sendiri, yakni melaksanakan segala apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang.

Oleh karena sangat pentingnya amal shaleh, Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syarqawi dalam sebuah karyanya “Fadhilah Amal Shaleh (2013)” mengajak umat Islam untuk memperbanyak melakukannya. Hal ini karena kelak orang yang melakukan amal inilah yang disebut dengan “orang yang beruntung”.

Allah S.W.T., berfirman: “Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. al-A’raaf: 8)

Namun, keutamaan (fadhilah) amal shaleh tidak hanya di akhirat saja, tapi juga di dunia. Lalu, apa keutamaan amal shaleh tersebut? Berikut penjelasan Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syarqawi terkait masalah tersebut.

Keutamaan amal shaleh ada 13 (tiga belas). Pertama, akan membuat hidup di dunia menjadi indah dan meraih kebahagiaan di akhirat. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. An-Nahl: 97; al-Buruj: 11; Q.S. as-Sajdah: 17) dan hadits Nabi Muhammad s.a.w (H.R. Bukhari 3.244 dan Muslim 2.724).

Kedua, akan menghilangkan kekhawatiran dan ketakutan. Menurut Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syarqawi dengan amal shaleh manusia menjadi lapang dada, hati tenang, hidup berubah lebih baik, dan dijadikan lancar urusannya.

Ketiga, sebagai faktor kecintaan Allah atas mereka. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. Maryam: 96) dan hadits Nabi Muhammad s.a.w (H.R. Bukhari 3.208 dan Muslim 2.637).

Keempat, akan merengkuh derajat dan kedudukan yang tinggi di surga. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. Thahaa: 75) dan hadits Nabi Muhammad s.a.w (H.R. Bukhari 3.256 dan Muslim 2.831).

Kelima, mendapatkan keridhoan Allah S.W.T. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. al-Bayyinah: 7-8; at-Taubah: 72).

Keenam, dilapangkan rezeki di dunia dan akhirat. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. al-Hajj: 50; ath-Thalaaq: 11) dan hadits Nabi Muhammad s.a.w (H.R. Muslim 2.808).

Ketujuh, sebagai penghapus dosa dan kesalahan serta memperbaiki perilaku. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. Muhammad: 2).

Kedelapan, diberi pahala sempurna terus berlipat menjadi berlipat-lipat. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. an-Nisaa’: 173; Thahaa: 112; al-An’aam: 160) dan hadits Nabi Muhammad s.a.w (H.R. Muslim 129).

Kesembilan, dimasukkan ke dalam rahmat Allah serta meraih keberuntungan. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. al-Jatsiyah: 30).

Kesepuluh, akan mengeluarkan dirinya dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. ath-Thalaaq: 11).

Kesebelas, akan diteguhkan dan dijadikan khalifah di muka bumi. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. an-Nuur: 55).

Kedua belas, meraih pahala besar serta kebaikan yang tidak terputus. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. al-Israa’: 9; al-Kahfi: 2; al-Tiin: 6).

Ketiga belas, akan ditambah oleh Allah azza wa jalla karunia serta hidayah-Nya. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. ar-Ruum: 45; as-Syuura: 26; Yunus: 9).

Itulah 13 (tiga belas) keutamaan amal shaleh menurut pandangan Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syarqawi. Jika sudah paham, tunggu apa lagi, yuk beramal shaleh!.