Profil Singkat Kemiskinan di Indonesia 2021

Pemukiman kumuh di pinggir kali Ciliwung, Jakarta (Sumber: Tempo, 2020).

Jakarta – Tingkat kemiskinan di Indonesia September 2021 mengalami penurunan signifkan/positif, baik dari sisi jumlah maupun persentasenya, Jumat (4/2/2022).

Lalu, bagaimana profil kemiskinan di Indonesia September 2021? Berikut paparan informasi tersebut yang dihimpun oleh Tim Redaksi Madura Pers dari Berita Resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia (RI) 17 Januari 2022.

Penduduk miskin di Indonesia September 2021 mencapai 26,50 juta orang, menurun 1,05 juta orang terhadap September 2020.

Persentase penduduk miskin September 2021 sebesar 9,71 persen, menurun 0,48 persen poin terhadap September 2020.

Tingkat kemiskinan September 2021, jumlahnya tertinggi di Jawa dan terendah Kalimantan. Sedangkan dari sisi persentase tertinggi di Maluku dan Papua dan terendah di Kalimantan.

Penduduk miskin di Jawa September 2021 sebesar 14,02 juta (9,16 persen) orang, Maluku dan Papua 1,54 juta (20,43 persen) dan Kalimantan 975,41 ribu (5,85 persen) orang

Sebagian besar penduduk miskin ini berada di pedesaan. Tingkat kemiskinannya September 2021 sebesar 14,64 juta (12,53 persen) orang, menurun 870,00 ribu (0,67 persen poin) orang terhadap September 2020.

Sebaiknya, tingkat kemiskinan perkotaan September 2021 sebesar 11,86 juta (7,86 persen) orang, menurun 180,00 ribu (0,28 persen poin) orang terhadap September 2020.

Garis Kemiskinan (GK) September 2021 sebesar Rp486.168/kapita/bulan, meningkat Rp28.000 (6,11 persen) terhadap September 2020.

Komposisinya, Garis Kemiskinan Makanan (GK) Rp360.007 (74,05 persen)/kapita/bulan dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) Rp126.161 (25,95 persen)/kapita/bulan.

Kontribusi GKM 74,05 persen terhadap GK September 2021. Komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar GK adalah beras. Kontribusinya, di perkotaan 19,69 persen dan pedesaan 23,79 persen.

Sebaliknya, kontribusi GKBM 24,95 persen terhadap GK September 2021. Komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar GK adalah perumahan. Kontribusinya, di perkotaan 8,86 persen dan pedesaan 8,21 persen.

Indeks Kedalaman Kemiskinan September 2021 sebesar 1,67, menurun 0,08 (4,57 persen) poin terhadap September 2020.

Indeks Keparahan Kemiskinan September 2021 sebesar 0,42, menurun 0,05 (10,64 persen) poin terhadap September 2020.

Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan ini adalah: (1) partumbuhan ekonomi 3,51 persen, (2) pertumbuhan pengeluaran konsumsi 1,36 persen, (3) inflasi 0,36 persen, (4) Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 6,49 persen, dan (5) bekerja di sektor informal 77,91 juta.

Data tersebut menunjukkan terdapat sebagian penduduk Indonesa yang belum sejahtera. Penduduk miskin ini sebagian besar berada di Jawa dan pedesaan dengan persentasenya masing-masing sebesar 52,91 persen dan 55,24 persen.