Bangkalan – Serapan atau realisasi APBD Kabupaten Bangkalan tahun anggaran 2025 menunjukkan masih berada di bawah angka moderat di awal Triwulan III-2025. Data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (15/07/2025), mencatat angka realisasi masih berada di bawah 50 persen, Rabu (16/07/2025).
Pendapatan Daerah yang ditargetkan sebesar Rp2,62 triliun baru terealisasi Rp1,10 triliun. Angka ini setara dengan 42,03 persen dari total pagu anggaran yang ditetapkan.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan capaian terbaik dibanding komponen lain, yakni 50,07 persen dari pagu Rp488,85 miliar. Realisasinya mencapai Rp244,77 miliar per 15 Juli 2025.
Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) menyumbang porsi terbesar, dengan pagu Rp2,02 triliun dan realisasi Rp817,51 miliar atau 40,36 persen. Angka ini masih jauh dari separuh pagu meski menjadi tulang punggung pendapatan.
Pendapatan lainnya mencatat pagu Rp110,47 miliar, namun hanya terealisasi Rp41,03 miliar atau 37,14 persen. Komponen ini masih menjadi titik lemah yang perlu mendapat perhatian khusus.
Di sisi Belanja Daerah, realisasi hingga pertengahan Juli 2025 baru mencapai Rp959,13 miliar dari pagu Rp2,66 triliun. Capaian ini baru menyentuh 35,94 persen dari target keseluruhan.
Belanja Pegawai menjadi yang paling dominan dengan pagu Rp1,05 triliun dan realisasi Rp526,01 miliar. Persentase realisasinya mencapai 50,06 persen, mencerminkan fokus utama pada belanja rutin.
Belanja Barang dan Jasa masih rendah dengan realisasi Rp199,74 miliar dari pagu Rp663,27 miliar. Artinya, baru 30,11 persen yang terserap untuk kebutuhan operasional Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.
Belanja Modal paling mencolok dengan tingkat serapan sangat rendah, hanya 3,11 persen dari pagu Rp436,32 miliar. Realisasinya hanya mencapai Rp13,58 miliar hingga pertengahan Juli 2025.
Belanja lain-lain menempati posisi kedua tertinggi setelah belanja pegawai, dengan realisasi Rp219,81 miliar dari pagu Rp518,60 miliar atau 42,38 persen.
Sementara itu, pembiayaan daerah memperlihatkan anomali positif pada penerimaan pembiayaan. Dari target Rp44,00 miliar, realisasi mencapai Rp117,14 miliar atau melonjak hingga 266,23 persen.
Secara umum, rendahnya serapan anggaran ini menggambarkan tantangan serius dalam pengelolaan fiskal daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan perlu mengevaluasi strategi pelaksanaan program agar belanja bisa lebih cepat terserap.
