Surabaya – Puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus saja, melainkan ada manfaat di balik dari hal tersebut. Untuk itu, Ramadhan Mubarak Airlangga (RMA) 2023 mengadakan kajian series pertama dengan tema Fasting Ramadhan’s Wellbeing on Our Health.
Kajian bernama Bregma x Seruni yang dilaksanakan di Graha BIK-IPTEKDOK, Kampus Dharmahusada-A pada Sabtu (1/4/2023) itu membahas tips sehat selama berpuasa, Rabu (5/4/2023).
Melansir UNAIR News, dr. Gamal Albisaid M Biomeds sebagai pemateri kajian menyampaikan, bahwa sepatutnya kita bersyukur hidup di Indonesia.
Waktu puasa Indonesia sekitar berdurasi 13 jam 23 menit. Adapun paling lama itu di Murmansk, Rusia, yang berdurasi selama 20 jam.
Dokter muda itu mengatakan, bahwa puasa itu menyehatkan. Beberapa penelitian menyatakan, bahwa puasa dapat meningkatkan kapasitas antioksidan hingga sistem imun.
“Banyak penelitian yang menunjukkan, bahwa puasa memiliki indikator terhadap kesehatan,” ucap dr Gamal.
Tidak hanya puasa saja, ibadah lainnya+pun juga demikian, salah satunya adalah salat tahajud. Momen puasa seharusnya membuat kita dapat mudah melakukan salat tahajud.
Imam As-Syafii mengatakan, bahwa doa di waktu tahajud itu seperti panah yang tidak pernah meleset dari sasaran. Salah satu manfaat salat tahajud adalah mengurangi stres.
Seorang yang menjadi inspirator internasional ini memberikan tips agar kebutuhan cairan kita tetap terpenuhi selama berpuasa. Selama satu hari, tubuh kita membutuhkan delapan gelas air putih.
“Tipsnya adalah satu gelas setelah bangun sahur, satu gelas setelah makan sahur, satu gelas setelah adzan Maghrib, satu gelas setelah buka puasa, satu gelas setelah shalat Maghrib, satu gelas sebelum salat Isya, satu gelas setelah shalat tarawih, dan satu gelas sebelum tidur,” kata dokter muda itu.
Puasa tidak menjadi halangan bagi seseorang untuk berolahraga. Gamal memberikan tips juga agar kita tetap bisa berolahraga di bulan puasa ini.
“Olahraga sebaiknya menjelang berbuka atau sesudah berbuka. Pastikan jeda sekitar dua jam antara olahraga dengan makan dan tidur. Istirahat yang baik dan cukup serta usahakan tidur siang 10-20 menit. Asupan gizi yang baik secara kuantitas dan kualitas,” ujar pemateri kajian itu.
Saat waktu berbuka puasa, Rasulullah s.a.w., menganjurkan kita untuk berbuka dengan kurma terlebih dahulu. Kalaupun tidak ada, kita bisa berbuka dengan air putih karena air itu bersih dan suci.
Perhatikan pula kebutuhan nutrisi selama berbuka, misalnya membatasi penggunaan minyak yang berlebihan.
Dokter Gamal melihat, bahwa sebagian masyarakat ada yang merokok setelah berbuka puasa.
Merokok setelah berbuka itu berbahaya bagi kesehatan seseorang karena risiko kanker paru-paru akan lebih besar selama perut masih kosong. “Stop merokok selama puasa,” tegasnya.
Pemateri kajian itu juga memberikan tips mengurangi bau mulut saat puasa. Beberapa tipsnya, seperti memperbanyak makanan buah dan sayur, menjauhi makanan yang menyengat, minum air putih saat sahur, dan sikat gigi.
dr. Gamal juga menganjurkan kita minum air kelapa, hal ini karena itu dapat meningkatkan hidrasi saat bulan puasa. (*)
